...

Assalamualaikum,,,,, salam ukhuwah buat semuanya,,,, Kalo ada saran dan kritik kirim email aja ya,,,,,,, mau kirim-kirim tips juga bisa,,, nanti eka publikasikan,,mau tukeran link juga bisa,,,,,,,,,,,,,,, syukron wasalamualaikum,,,,

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 16, 2008

..Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana juga tengah menanti tiba saatnya. Begitu ingin , berbagi batin, mengarungi hari, yang berwarna, dimana dia pasangan jiwaku? ku mengejar bayangan, kian menghilang, penuh berharap... (Katon Bagaskara)
Bait-bait lagu "Pasangan Jiwa" yang cukup melankolis tadi, agaknya cukup disukai para lajang yang belum beruntung menemukan pasangan yang "pas". Dalam batin mereka acap bertanya-tanya: Siapakah seseorang diantara milyaran manusia di bumi ini yang kelak akan hidup bersamanya? Dimanakah seseorang itu berada? Kapankah ia akan menemuinya?
Sayangnya, ketika sudah mendapatkan seseorang pun, para lajang ini terkadang malas membuat komitmen. Alasannya, mereka belum yakin seratus persen bahwa pasangan yang bersamanya saat ini adalah seseorang yang tepat untuknya. Sebagian, bahkan merasakan seolah masih ada seseorang yang lebih tepat untuknya "melayang-layang" di luar sana. Hanya saja ia belum menemukannya. Tapi, sampai kapan..?
Begitukah friends? Benarkah ada yang disebut dengan soul mates, "pasangan jiwa" bagi tiap manusia di muka bumi ini? Apakah Anda percaya dengan apa yang disebut pasangan jiwa? Atau bisakah kita memiliki pasangan jiwa lebih dari satu di dunia ini? (Banyak pertanyaan ya�)
Sejumlah pakar kejiwaan percaya bahwa di dunia memang terdapat hubungan antara dua pasangan jiwa, dua jiwa yang ditakdirkan menyatu dengan kuat satu sama lain sepanjang waktu. Konon, dengan kehadiran pasangan jiwa ini, Anda akan merasakan benar-benar dicintai, benar-benar aman dan benar-benar dipahami.
Lantas bagaimana Anda mengetahuinya? Sejumlah teman mengatakan, "Ya pokoknya terjadi begitu saja, Kita tahu hanya dengan melihatnya. Dengan menggunakan perasaan." Tapi, perasaan macam apa? Psikolog Barbara De Angelis menggambarkan bahwa ketika Anda berjumpa pasangan jiwa Anda, Anda akan merasakan seolah-olah Anda ingin selalu bersamanya, tidak hanya hanya dalam kehidupan di dunia ini, tapi untuk selamanya. (dahsyat ya�).
Pertemuan tersebut, akan begitu saja memadamkan api kerinduan yang lama terkurung dalam hati Anda, sampai Anda berhasil bertemu satu sama lain. Suatu kerinduan istimewa yang tidak akan mampu dipuaskan oleh hubungan yang biasa mana pun juga.
"Untuk setiap saat, setiap menit waktu yang Anda luangkan bersamanya, Anda akan merasakan seolah "pulang ke rumah"" katanya.
Bagaimana kalau Anda tidak merasakannya?
Jawabannya ada pada hasil riset. Penelitian terbaru mengatakan: Andaikan Anda belum menemukan seseorang yang begitu sempurna yang bisa disebut sebagai pasangan jiwa, Anda masih dapat berkeyakinan menemukan seseorang.
Bagaimana caranya? Dengan berusaha tentu saja. Laki-laki dan perempuan, sebaiknya mengembangkan perasaan bahwa pasangan mereka pada dasarnya adalah gambaran diri, hakekat jiwa mereka sendiri, dan lebih memfokuskan hubungan pada kesamaan yang ada ketimbang perbedaan. "Dengan menerima seseorang sebagai diri Anda, seseorang yang akrab dengan Anda. Perasaan bahwa Anda memiliki spirit yang sama, pokoknya seseorang yang mirip dengan Anda-lah, dengan begitu Anda akan mengetahui dan memahami mereka sebagaimana dia adanya," kata Sandra L Muray, peneliti dari the State University of New York .
Tentunya, dengan memahami orang lain seperti Anda memahami diri sendiri, membuat Anda memahami pula segala kekurangannya. Seperti halnya Anda memaklumi kekurangan diri sendiri. Perkawinan-perkawinan abadi seringkali masuk kategori ini. Khususnya perkawinan yang menyisakan rasa damai dan kebahagiaan pada akhir kisahnya.
Dikatakan Barbara, hubungan kasih sayang yang berkaitan dengan pasangan jiwa ini tidak selalu diisi dengan hubungan emosional yang spontan, bergairah, dan mendebarkan sepanjang waktu. Kadang kita tidak menemukan pasangan yang tepat dengan begitu saja. Diperlukan sedikit usaha agar pasangan jiwa ini menuju tingkat saling mencari kecocokan dan memahami satu sama lain, sehingga tercipta hubungan yang kokoh.
Apakah selalu berupa hubungan yang abadi ?
Konon tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, kadangkala dua orang terseret jauh dalam masalah-masalah kehidupan ini secara bersama-sama. Menurut Barbara, setiap hubungan yang terjadi antar manusia pasti memiliki tujuan tertentu. Maka, bukan kebetulan pula bahwa dua orang tertentu terlibat dalam suatu hubungan kasih sayang.
Masing-masing orang di dunia ini, menurutnya, akan menemukan pasangan jiwanya sendiri-sendiri. Bisa dengan cara yang cukup mudah, namun kadangkala harus melalui peristiwa yang sangat dramatis dan mendebarkan.
Bisa saja seseorang memiliki pasangan jiwa lebih dari satu, sebab tidak selalu hubungan kasih sayang itu berlangsung selamanya. Satu hal yang pasti, apakah hubungan itu hanya berlangsung selama satu minggu, apakah pasangan tersebut hanya hidup bersama selama satu tahun, atau limapuluh tahun? Tujuannya tetap sama mereka menjadi manusia, menjadi pasangan jiwa yang saling menyayangi pada masanya.
Mereka kadang datang sebagai sahabat, sebagai kekasih. Orang yang datang dalam kehidupan Anda tepat ketika Anda membutuhkan kasih sayang. Bisa saja ia hanya mampir sebentar menemui Anda, dan kemudian bergerak terus untuk menemui seseorang yang lebih tepat dan cocok dengannya. Demikian juga Anda. Namun, setiap pasangan yang saling menyayangi �entah itu akan abadi atau tidak- pada dasarnya adalah pasangan jiwa. Bagaimana dengan pasangan jiwa yang abadi?
Beberapa ajaran agama mengatakan bahwa setiap manusia bisa memiliki beberapa pasangan jiwa yang abadi. Sementara ajaran-ajaran lainnya, mengatakan bahwa hanya ada satu pasangan jiwa abadi dalam diri setiap pasangan, selama hidupnya.
Yah, apapun yang mereka katakan, kalau saat ini Anda sudah bertemu pasangan jiwa Anda, sebaiknya Anda tidak usah peduli apakah ada jiwa lainnya yang melayang-layang di alam semesta ini menanti saatnya bertemu. Yang paling penting bagi Anda adalah berikanlah kasih sayang pada pasangan Anda, tanpa syarat. "Kalau engkau begini, maka aku akan menyayangimu," itu bukanlah kasih sayang.
Kasih sayang, menurut penulis Andrew Matthews berarti menerima orang lain apa adanya. Menyayangi dengan mencari kebaikan dalam dirinya. Dan jika Anda bisa melakukannya terus menerus, Anda dijamin akan memperoleh kebahagiaan bersama pasangan Anda. Tanpa perlu repot menghabiskan energi memikirkan diakah pasangan jiwa yang dikirim Tuhan untuk Anda. Begitu kawan..?
Sumber : kompas.com

Jumat, September 12, 2008

Racun dan Virus Asmara...



Berbagai macam sarana komunikasi dan transportasi diciptakan untuk mempermudah segala urusan kehidupan. Sehingga dunia laksana satu daratan yang bisa dijangkau dengan mudah dalam waktu sekejap tanpa menisakan letih dan lelah. Padahal enam puluh tahun yang lalu, sarana komunikasi dan transportasi masihlah minim. Segala sesuatu ditempuh dengan waktu yangsangat lama. Namun saat ini semuanya serba instant. Hubungan jarak jauh bisa dilakukan tanpa jeda waktu. Karena komunikasi dan transportasi semakin canggih serta teknologi semakin mutakhir.

Namun yang harus diwaspadai, di tengah gemerlapnya eksploitasi teknologi dan gencarnya penjajahan moral yang dilakukan para kapitalis, terutama di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam, maka semu pihak harus mengetahui racun dan virus berbahaya yang diselipkan dalam kecanggihannya. Racun atau virus itu sungguh mudah menjangkiti kita semua. Apabila kita sudah merasakan maka sendi-sendi moral kita lambat laun akan rontok seperti ruas-ruas jemari yang berjatuhan terkena lepra ganas. Tapi seringkali penyakit yang sangat berbahaya itu tidak nampak karena mata kita terlalu silau oleh kecanggihannya.
Saat teknologi telepon semakin canggih, harga pesawat telepon dan perangkat elektronik semakin murah, serta jaringan pemasaran distribusinya sudah merambah hingga pelosok-pelosok daerah, maka penyakit itu pun semakin rapat mengepung kita.
Dengan teknologi handphone berkamera, lahirnya fasilitas 3G, chatting melalui internet dan komputer berkamera, maka hubungan langsung antara manusia pun semakin menganga lebar. Pembicaraan lewat media tersebut seperti sudah tidak menyisakan sekat-sekat lagi. Orang yang kita ajak bicara sudah jelas terpampang di depan kita. Apa yang ditampilkan di kamera, itulah keadaan lawan bicara kita yang sesungguhnya. Gambar si dia yang sedang manja, senyumnya yang menggoda, desah suaranya yang membuat terlena, dapat dengan mudahnya dinikmati dengan fasilitas komunikasi semacam ini.
Maka ketika batasan moral sudah semakin memudar dan hilang. Saat pengawasan dari orant tua semakin renggang, para pemuda dan pemudi pun semakin leluasa berhubungan dengan kamuflase teknologi tersebut. Mereka dengan mudah membuat janji berbicara mesra berkoodinasi dengan pasangan untuk mengelabui orang tua guna bertemu berdua untuk khalwah elektronik.Sungguh sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan murahnya pulsa.Lihatlah. Kita akan dengan mudah menyaksikan apa yang dilakukan kaum muda kita. Anak-anak sekolah dengan penuh bangga da nbahagia memanfaatkan fasilitas kecanggihan HP terbaru. Tanpa sadar, mereka telah terjebak. Virus dan racun telah merasuki dirinya. Ia terus menjalar dan menyerang benteng-benteng keimanan.
Apabila ini yang terjadi, maka sungguh kehancuran moral yang senyata-nyatanya. Sehingga saat pemuda dan pemudi sudah terjebak dalam jeratan komunikasi yang semacam ini, maka sangat susah untuk melepaskan diri. Masih Nggak percaya... Percayalah...Jangan coba-coba!
Mereka sudah dapat merasakan indahnya janji dan harapan, hangatnya pembicaraan, mesranya rayuan, serta manisnya pujian. Sukma mereka pun serasa melayang-layang. Pada akhirnya untuk terjerumus ke dalam hubungan yang lebih gelap akan dengan sangat mudah terjadi. Akibatnya, dua sejoli yang tadinya hanya membangun hubungan dengan jaringan HP, telepon, atau internet saling berjanji untuk bertemu. Mereka tergoda untuk "mengenal lebih dekat". Janji dan pertemuan pun terjadi, awalnya dengan sembunyi-sembunyi itu pun dilakukan di luar rumah, pertemuan pertama menyisakan rasa penasaran yang menggelitik kalbu. Syetan pun tak tinggal diam. Ia dengan gencar menggoda untuk bertemu yang kedua kali dan seterusnya. Bahkan dengan terang-terangan datang/apel ke rumah. Sebagaiman yang dikatakan oleh seorang penyair:Berawal dari pandangan, lalu senyuman Kemudian salam, disusul pembicaraan Lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.
Syetan dan iblis pun tertawa lebar. Mereka terus mengipasi api asmara yang sedang membara hingga membakar keduanya. Kemudian kedua sejoli terlena melanggar arena terlarang dan menjamah sutra haram, wal iyadzubillah. Akhirnya banyak wanita remaja yang menjadi mangsa panas asmara. Mereka benar-benar menjadi korban permainan api cinta.
Anak-anak ABG, bahkan yang telah dewasa sekalipun dengan mudah terjebak dalam kubangan lumpur kehinaan semacam ini. Apalagi kalau sudah tidak memiliki filter agama yang kuat. Maka pada ahirnya hubungan bebas oleh dua pasangan yang belum semestnya, semakin mudah dilakukan. Akibatnya adalah aib, kehormatan melayang, serta suramnya masa depan.
Maka, wahai para pemuda dan pemudi, para orang dewasa dan orang tua, renungkanlah secara mendalam akan bahaya dari racun asmara dan virus pulsa serta khalwah elektronik!
PENANGKAL RACUN DAN VIRUS PULSA ASMARA
Berikut ini saya akan mencoba memberikan beberapa solusi agar racun da nvirus pulsa tidak mudah menyerang diri kita dan keluarga. Ini beberapa resep penangkalnya, semoga dapat membantu kita:

Membentengi keluarga dengan aqidah yang shahih dan akhlak mulia. Jangan bosan dan menyerah untuk mengajak keluarga menuntut ilmu syar'i dan mengamalkannya.

Tanamkan kepada keluarga bahwa pergaulan bebas adalah jerat-jerat syetan yang bahaya da nkerugiannya nyata di dunia, dan adapun di akhirat akan mendapat adzab Allah yang sangat pedih.

Para orang tua hendaknya bijaksana dalam memenuhi peermintaan anak-anaknya yang merengek minta dibelikan HP atau komputer multimedia. Karena dari dua media tersebut sangat mudah virus-virus itu menyebar. Gambar dan film porno, komunikasi bebas, akan dengan mudah didapatkan dan dijalin melalui media ini.

Hendaknya mendampingi dan mengawasi ketika anak menggunakan jaringan internet.
Jangan letakkan komputer multimedia di kamar pribadi anak. Usahakan komputer diletakkan di ruang keluarga yang mudah diawasi penggunaannya.

Usahakan agar anak-anak tidak memliki HP. Kalau si anak memang perlu untuk dibawa keluar lebih baik dipinjami milik orang tua.
Kalau memang harus membelikan HP kepada anak maka hendaknya dibelikan sesuai dengan kebutuhan yang utama.

Para pemuda dan pemudi yang sudah siap menikah, hendaknya bersegera. Jangan ditunda! Jangan ciptakan ruang untuk berpacaran.

Para orang tua hendaknya mendukung keinginan anak-anaknya yang menyatakan sudah sanggup untuk menikah.

Mengawasi teman bergaul anak-anak kita dan bersikap selektif dalam memilihkan teman bergaul untuk mereka. Jangan biarkan mereka keluar rumah tanpa kontrol apalagi keluar dengan teman lawan jenis.

Sabtu, Mei 17, 2008

RAMLI SI RAJA CHATING


Kenal dengan Ramli? Yang suka chatting mungkin kenal banget, karena konon Ramli ini adalah si Raja Chatting. Sahabat sejatinya adalah sebuah komputer, tempat ia tiap hari online dari malam sampe' pagi, bahkan konon lupa mandi ama gosok gigi, pokoknya udah kaya' orang semedi.

Nah, suatu hari pas chatting, Ramli 'buzz-buzz'-an ama Putri, kenalan, eh... akhirnya Ramli bilang wo ai ni. Tambah girang, karena dijanjiin dikirimin foto via DCC, Ramlipun senyum, tertawa, ha ha ha ... hi hi hi ... Ramli gembira, hatinya berseri-seri. Namun, waktu nerima photo, blep..., listriknya mati. Yaa... kesian banget si Ramli, ihik...ihik...

Akhirnya mereka janji ketemuan. Ramli duduk menanti, tak lama Putri pun datang menepati janji. Ramli terpana, mulutnya menganga, karena ternyata si Putri itu adalah kekasih Ramli. Ramli si Raja Chatting tertipu, namun ia tak jera, malam ini Ramli chatting lagi. Ih... gak kapok ya si Ramli!

Hmm...di era yang serba komputer seperti saat ini, chatting bisa sebagai sarana komunikasi. Bisa nulis untaian kata indah plus menyentuh hati kepada lawan jenis, rayuan biasa, rayuan pulau kelapa, hingga rayuan gombal, glek !!! Demikian canggihnya, sampe bisa kirim-kiriman photo, teleconference, webcam, dll, namun chatting bisa juga sebagai sarana silaturahim dan saling memberikan tausyiah.

Emang kalo gak mau dikatakan 'gatek', kudu gaul, ikut perkembangan teknologi. Kalo diajak ngomong masalah teknologi, kudu nyambung, daripada dibilang kuper. Namun, waspada juga, karena kadang tanpa disadari norma-norma pergaulan bisa sedikit demi sedikit bergeser. Yang dulunya menundukkan pandangan kalau berbicara langsung, kini ha ha ha ... hi hi hi ... di ajang chatting, meski satu sama lain belum kenal.

Akhirnya, lambat laun hari-hari para netters itu seperti Ramli, si Raja Chatting. Kagak peduli mandi boro-boro gosok gigi, tiap hari cuma didepan layar komputer untuk tebar pesona, kata-kata mesra, kasih sayang dan janji untuk merenda masa depan bersama. Amboi... uendah nian!!!

Bohong-bohongan tentang data pribadi pun jadi lumrah, karena itu Ramli gak tau kalo Putri itu sebenarnya kekasihnya sendiri. Uups!!! Bukan membolehkan 'kasih-kasih'-an lho, maksudnya dalam dunia chatting, gak ada siapapun bisa menjamin dengan siapa sebenarnya ia ber-chatting ria.

Secara fisik, chatting memang tidak membuat 2 orang yang bukan mahram menjadi berduaan/khalwat. Karena patokan ini, dikhawatirkan di kalangan remaja Muslim ada yang berpendapat, "Boleh aja kan chatting, lebih aman, daripada ketemu langsung dengan resiko berkhalwat!" Apa iya sih?

Dalam chatting, zahirnya emang tidak ada hal-hal yang dilanggar dalam hubungan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram. Namun gak cukup hanya itu aja kan, karena kita juga harus melihat kecenderungan umum yang terjadi, lalu juga liat gimana dampak psikologisnya. Bukankah kesempatan chatting itu juga bisa memberikan kesempatan untuk berbicara yang sifatnya pribadi? Bahkan, bisa tambah parah kalau udah masuk ke hal-hal yang kurang etis, 'parno' dan hal-hal negatif yang lain. Topik yang tidak mungkin dibicarakan secara verbal dengan bertatap muka, justru lebih leluasa dilakukan dengan chatting.

Jadi permasalahannya, apakah chatting itu secara umum melahirkan hal-hal yang lebih jauh atau tidak? Misalnya, copy darat seperti Ramli dan Putri? Juga apakah dialog itu menjurus ke hal-hal 'parno' atau tidak sesuai dengan norma-norma Islam? Kalo menjamin tidak melanggar syariat Islam, gak ada masalah kok. Tapi, bisa menjamin gak? Karena meski secara fisik tidak terjadi khalwat, secara psikologis bisa lebih jauh dan lebih kuat.

Nah... karena itu kita butuh kiat-kiat gimana sih 'chatting yang sehat'.

Yakinkan diri dan hati ini, kalo chatting itu bisa sebagai sarana dakwah, saling mentausyiah, bukan untuk menebar kata-kata mesra nan cinta. Memulai dengan satu kata cinta, bisa menggoda jutaan kata cinta lainnya muncul lho. Katanya sih 'temen' kok ya jadi 'demen', glek!!!

Kadang dari hati ini bisa muncul hasrat yang cenderung pada nafsu, karena itu jaga sikap dan kata-kata untuk tidak merusak dan menghilangkan tujuan dari ta'aruf dan ukhuwah itu sendiri. Ta'aruf itu sendiri kan untuk saling mengenal, demikian juga ukhuwah, bisa nambah saudara. Lha, kalo belon apa-apa kata-katanya udah ngajak 'perang', wah... bisa-bisa yang muncul di monitor adalah 'kata-kata aneh bin ajaib'.

Jangan terjebak pada permainan kata-kata, katanya sih mau ngasih perhatian, tapi kok berlebihan, kaya' suami istri aja. Kata-kata manisnya, "Jangan lupa makan ya, ntar sakit lho, kan jadi gak bisa chatting lagi!", atau "Duh... kamu pasti manis deh, keliatan dari tulisannya" atau juga "Kalo udah mau tidur, sebut namaku dalam hatimu ya, dan mimpikan diriku, bla...bla...bla..." Gedubrak!!! Kudu ati-ati nih kalo nemu netters kaya' ginian. Lha, ketikan di layar monitor dimana-mana kan sama aja, gimana bisa tau yang nulis manis! Lagian kalau mau tidur kok nyebut nama si doi, gak diajar tuh ama Rasulullah SAW.

Jujur dong kalau ditanyakan data pribadinya, karena kalau sesuatu udah dimulai dengan kebohongan atau sesuatu yang tidak baik, gimana bisa menjamin proses selanjutnya? Inget lho, biasanya orang kalau udah dibohongi sekali aja, gak bakalan kudu percaya lagi. Kata orang Jepang, shinjirarenai!!!

Kalo emang hal ini berat, gak bisa jamin gak terjadi zina hati, sebaiknya hindari deh chatting dengan lawan jenis, kecuali dengan suami atau istri sendiri, curhat gak mesti dengan lawan jenis kan? Kalo maksa juga harus curhat dengan lawan jenis dengan resiko gak bisa jaga hati, solusinya kudu cepet nikah, jadinya chatting dengan pasangan sendiri, insya Allah 100% halal!!!

Chatting itu kan hanya sebuah alat, karena itu maslahat atau mudharatnya tergantung ke kita-kita juga, mau cari kebaikan atau sebaliknya. Kalau untuk kebaikan, insya Allah memperoleh pahala, demikian juga sebaliknya.
Selamat ber-chatting ria akhi wa ukhti, jadikan chatting sebagai sarana kita untuk menuai pahala di dunia maya, saling mentausyiah dan beramal baik, insya Allah ridho Allah SWT akan tercurah. Dan jangan lupa mandi dan gosok gigi ya :)

Wallahu a'lam bishshawab.

Visitor