...

Assalamualaikum,,,,, salam ukhuwah buat semuanya,,,, Kalo ada saran dan kritik kirim email aja ya,,,,,,, mau kirim-kirim tips juga bisa,,, nanti eka publikasikan,,mau tukeran link juga bisa,,,,,,,,,,,,,,, syukron wasalamualaikum,,,,

Senin, Mei 26, 2008

Ass,,, hai semua,,, q mau berbagi pengalaman nie tentang cara menghilangkan komedo...

artikel ini aku ambil di dunia_ibu.org mudah2an bermanfaat ya,,,,
kalau mau nambah saran atau tips2 bisa kirim lewat email eka aja,,, insya allah nanti eka publikasikan,,,,

terima kasih,,, berikut ini artikelnya


tanya:“bagaimana cara efektif menghilangkan komedo?”[Id]
jawab:“
Ambil sedikit putih telur ayam/burung puyuh, terus tempatkan di wadah, kocok sampe agak berbusa. Ambil selembar kapas muka, olesin kedua sisinya sama putih telur tadi sampe basah. Tempelkan ke hidung, sampe bener bener nempel di kulit. Biarin sampe kering kerontang, kira kira 1/2 harian deh, temenku gak sabaran sama dia di hairdryer idungnya, biar cepet kering. Kalo udah kering banget, pelan pelan lepasin. Saking keringnya tuh kapas jadi berbentuk hidung kita. Liat deh sisi dalamnya, banyak komedo nempel. Kalo blon rasain sendiri, ih kayaknya jijik dan bau amis, tapi gak gitu gitu amat kok. Yang sebel nunggukeringnya lama banget, soalnya seneng sih kalo udah liat keringnya en komedo pada nempel.”[St]
“Ingin menghilangkan komedo yang sudah terlanjur “menghias” wajah? Anda bisa mencoba cara murah yang satu ini. Biarkan wajah Anda terkena uap air hangat selama beberapa menit. Panas uap air akan bekerja membuka pori-pori wajah anda. Setelah itu, lakukan pengompresan wajah dengan handuk panas. Rendamkan handuk muka ke dalam air hangat semampu tangan Anda bisa menahan hawa panasnya. Lantas, tempelkan pada bagian wajah yang berkomedo. Biarkan hingga handuknya mendingin. Lalu, bungkuslah tangan Anda dengan tisu. Gunakan ujung jari bukan kuku untuk memencet komedo keluar dari pori-pori. Lakukan dengan tekanan yang lembut agar tidak membuat kulit teriritasi”.[Ci]
“Jangan memaksa keluar komedo yang membandel. Jika tidak, kulit Anda bisa memar dan memungkinkan terjadinya infeksi. Tunggu beberapa saat hingga penyumbatnya terbuka dan coba ulangi lagi. Ingat, lakukan terapi ini di ruangan yang memiliki pencahayaan yang baik”.[Ci]
“Bisa juga menggunakan air perasan jeruk nipis untuk mengangkat komedo. Sedangkan bagi Anda yang berkulit kering, pengolesan susu secara teratur bisa membantu menghilangkan komedo. Mudah dan murah bukan?”.[Ci]
“Kalo aku ngilangin komedonya pake tangan dipencet2, biasanya kan di hidung dan sekitarnya tuch,,,udahnya hidungku merah2, ntarnya jadi item2,,, Ada juga tuch semacam plester utk ngilangin komedo, namanya …………………………………………………….. ini katanya dpt menyedot komedo secara efektif, bukan hanya bagi permukaan wajah yg bersih, tapi hingga ke dasar pori, yg biasanya tidak terjangkau plester pembersih komedo biasa (pore pack)”[LL]
“Konon kalau komedo sering dipencetin, hal itu justru mengaktifasi kelenjar minyak shg kotoran menumpuk dan timbul lagi komedonya.. Palingan kita harus rajin membersihkan muka, terutama daerah wajah yang berminyak (dagu, kening dan hidung).”[FW]
“cara aku ngilangin komedo sih pake ‘pinset’ itu lho yg biasa buat nyabut alis, kayaknya lebih puas gitu….. kalo yg ujungnya bulet (yg biasa dipake kalo kita facial di salon) itu sih aku nggak suka abis sakit banget kalo mau ngeluarin komedo, mending pake pinset tinggal ngaca keambil deh tuh komedo”[St]
“aku udah pernah pake plester pembersih komedo (pore pack) tapi nggak maksimal tuh hasilnya, mungkin kalo komedo ku udah termasuk yg parah kali ya…. soalnya kalo pake plester itu tetap aja masih ada yg nempel, malah yg tadinya tidur jadi pada nongol deh di hidung, mungkin karna nggak kecabut ya….”[St]
“Aku juga pernah nyoba pake plester, suamiku juga nyoba, tapi kayaknya nggak ngaruh… Kalo komedo suamiku emang bisa pake pinset, karena komedonya yg black head gitu… jadi gampang dicabut. Kalo komedoku white head, jadi musti dipencet baru keluar…”[LL]

Sabtu, Mei 17, 2008

RAMLI SI RAJA CHATING


Kenal dengan Ramli? Yang suka chatting mungkin kenal banget, karena konon Ramli ini adalah si Raja Chatting. Sahabat sejatinya adalah sebuah komputer, tempat ia tiap hari online dari malam sampe' pagi, bahkan konon lupa mandi ama gosok gigi, pokoknya udah kaya' orang semedi.

Nah, suatu hari pas chatting, Ramli 'buzz-buzz'-an ama Putri, kenalan, eh... akhirnya Ramli bilang wo ai ni. Tambah girang, karena dijanjiin dikirimin foto via DCC, Ramlipun senyum, tertawa, ha ha ha ... hi hi hi ... Ramli gembira, hatinya berseri-seri. Namun, waktu nerima photo, blep..., listriknya mati. Yaa... kesian banget si Ramli, ihik...ihik...

Akhirnya mereka janji ketemuan. Ramli duduk menanti, tak lama Putri pun datang menepati janji. Ramli terpana, mulutnya menganga, karena ternyata si Putri itu adalah kekasih Ramli. Ramli si Raja Chatting tertipu, namun ia tak jera, malam ini Ramli chatting lagi. Ih... gak kapok ya si Ramli!

Hmm...di era yang serba komputer seperti saat ini, chatting bisa sebagai sarana komunikasi. Bisa nulis untaian kata indah plus menyentuh hati kepada lawan jenis, rayuan biasa, rayuan pulau kelapa, hingga rayuan gombal, glek !!! Demikian canggihnya, sampe bisa kirim-kiriman photo, teleconference, webcam, dll, namun chatting bisa juga sebagai sarana silaturahim dan saling memberikan tausyiah.

Emang kalo gak mau dikatakan 'gatek', kudu gaul, ikut perkembangan teknologi. Kalo diajak ngomong masalah teknologi, kudu nyambung, daripada dibilang kuper. Namun, waspada juga, karena kadang tanpa disadari norma-norma pergaulan bisa sedikit demi sedikit bergeser. Yang dulunya menundukkan pandangan kalau berbicara langsung, kini ha ha ha ... hi hi hi ... di ajang chatting, meski satu sama lain belum kenal.

Akhirnya, lambat laun hari-hari para netters itu seperti Ramli, si Raja Chatting. Kagak peduli mandi boro-boro gosok gigi, tiap hari cuma didepan layar komputer untuk tebar pesona, kata-kata mesra, kasih sayang dan janji untuk merenda masa depan bersama. Amboi... uendah nian!!!

Bohong-bohongan tentang data pribadi pun jadi lumrah, karena itu Ramli gak tau kalo Putri itu sebenarnya kekasihnya sendiri. Uups!!! Bukan membolehkan 'kasih-kasih'-an lho, maksudnya dalam dunia chatting, gak ada siapapun bisa menjamin dengan siapa sebenarnya ia ber-chatting ria.

Secara fisik, chatting memang tidak membuat 2 orang yang bukan mahram menjadi berduaan/khalwat. Karena patokan ini, dikhawatirkan di kalangan remaja Muslim ada yang berpendapat, "Boleh aja kan chatting, lebih aman, daripada ketemu langsung dengan resiko berkhalwat!" Apa iya sih?

Dalam chatting, zahirnya emang tidak ada hal-hal yang dilanggar dalam hubungan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram. Namun gak cukup hanya itu aja kan, karena kita juga harus melihat kecenderungan umum yang terjadi, lalu juga liat gimana dampak psikologisnya. Bukankah kesempatan chatting itu juga bisa memberikan kesempatan untuk berbicara yang sifatnya pribadi? Bahkan, bisa tambah parah kalau udah masuk ke hal-hal yang kurang etis, 'parno' dan hal-hal negatif yang lain. Topik yang tidak mungkin dibicarakan secara verbal dengan bertatap muka, justru lebih leluasa dilakukan dengan chatting.

Jadi permasalahannya, apakah chatting itu secara umum melahirkan hal-hal yang lebih jauh atau tidak? Misalnya, copy darat seperti Ramli dan Putri? Juga apakah dialog itu menjurus ke hal-hal 'parno' atau tidak sesuai dengan norma-norma Islam? Kalo menjamin tidak melanggar syariat Islam, gak ada masalah kok. Tapi, bisa menjamin gak? Karena meski secara fisik tidak terjadi khalwat, secara psikologis bisa lebih jauh dan lebih kuat.

Nah... karena itu kita butuh kiat-kiat gimana sih 'chatting yang sehat'.

Yakinkan diri dan hati ini, kalo chatting itu bisa sebagai sarana dakwah, saling mentausyiah, bukan untuk menebar kata-kata mesra nan cinta. Memulai dengan satu kata cinta, bisa menggoda jutaan kata cinta lainnya muncul lho. Katanya sih 'temen' kok ya jadi 'demen', glek!!!

Kadang dari hati ini bisa muncul hasrat yang cenderung pada nafsu, karena itu jaga sikap dan kata-kata untuk tidak merusak dan menghilangkan tujuan dari ta'aruf dan ukhuwah itu sendiri. Ta'aruf itu sendiri kan untuk saling mengenal, demikian juga ukhuwah, bisa nambah saudara. Lha, kalo belon apa-apa kata-katanya udah ngajak 'perang', wah... bisa-bisa yang muncul di monitor adalah 'kata-kata aneh bin ajaib'.

Jangan terjebak pada permainan kata-kata, katanya sih mau ngasih perhatian, tapi kok berlebihan, kaya' suami istri aja. Kata-kata manisnya, "Jangan lupa makan ya, ntar sakit lho, kan jadi gak bisa chatting lagi!", atau "Duh... kamu pasti manis deh, keliatan dari tulisannya" atau juga "Kalo udah mau tidur, sebut namaku dalam hatimu ya, dan mimpikan diriku, bla...bla...bla..." Gedubrak!!! Kudu ati-ati nih kalo nemu netters kaya' ginian. Lha, ketikan di layar monitor dimana-mana kan sama aja, gimana bisa tau yang nulis manis! Lagian kalau mau tidur kok nyebut nama si doi, gak diajar tuh ama Rasulullah SAW.

Jujur dong kalau ditanyakan data pribadinya, karena kalau sesuatu udah dimulai dengan kebohongan atau sesuatu yang tidak baik, gimana bisa menjamin proses selanjutnya? Inget lho, biasanya orang kalau udah dibohongi sekali aja, gak bakalan kudu percaya lagi. Kata orang Jepang, shinjirarenai!!!

Kalo emang hal ini berat, gak bisa jamin gak terjadi zina hati, sebaiknya hindari deh chatting dengan lawan jenis, kecuali dengan suami atau istri sendiri, curhat gak mesti dengan lawan jenis kan? Kalo maksa juga harus curhat dengan lawan jenis dengan resiko gak bisa jaga hati, solusinya kudu cepet nikah, jadinya chatting dengan pasangan sendiri, insya Allah 100% halal!!!

Chatting itu kan hanya sebuah alat, karena itu maslahat atau mudharatnya tergantung ke kita-kita juga, mau cari kebaikan atau sebaliknya. Kalau untuk kebaikan, insya Allah memperoleh pahala, demikian juga sebaliknya.
Selamat ber-chatting ria akhi wa ukhti, jadikan chatting sebagai sarana kita untuk menuai pahala di dunia maya, saling mentausyiah dan beramal baik, insya Allah ridho Allah SWT akan tercurah. Dan jangan lupa mandi dan gosok gigi ya :)

Wallahu a'lam bishshawab.

Jumat, Mei 16, 2008

Ketika cinta mengoda

Saya masih ingat ada seorang sahabat yang menulis artikel dengan judul "Cinta tak terbalas". Ya, jika udah bicara tentang "CINTA" , tidak akan pernah ada kata akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus bikin gelisah.

Cinta tak/belum terbalas mungkin menyakitkan .. bikin penasaran … sekaligus berbunga angan-angan, "andaikan dia mau sama aku..", "apa dia tahu perasaanku ya ?".Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur…. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti.

Bila si dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "o, ternyata benar .. dia juga punya perasaan sama", "tuh, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu…bla bla..bla ". Lagi, kalau si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek dalam satu hari, hati tanpa dikomando bilang "tuh kan, aku mah ge-er aja… ", "ah, ternyata dia nggak suka ma aku". Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita tidak bertanya langsung kepada si dia (karena takut resikonya ditolak).

Setuju sekali dengan pendapat sang ukthi, betapa naifnya hanya karena cinta pada satu orang, kita melupakan cinta dari orang-orang yang telah memberikan cinta sejatinya dari orang tua, saudara, sahabat, guru-guru, dll.

Nah, sekarang bagaimana kalau CINTA BERBALAS ? Apakah memang seperti gambaran orang-orang yang patah hati karena cinta mereka bertepuk sebelah tangan ? Cinta yang berbalas itu indah dan membahagiakan ?.

Cinta. Anugerah terindah itu pasti akan pernah mampir kepada manusia, makhluk ciptaan-Nya yang dilengkapi akal dan perasaan. Kita juga tidak pernah berencana untuk mencintai seseorang. Cinta itu datang tak terduga, mengalir begitu saja dan paling parah.. sukar untuk menghentikannya.! Di saat, virus merah jambu itu datang pada kita… dan bluss !! ternyata… CINTA ITU BERBALAS! Benar-benar indahkah ?

Membahagiakan kah ? Ternyata dari beberapa hasil survey, didapat kesimpulan "Cinta yang berbalas juga tidak selamanya sesuai harapan". ILMU, yang dilengkapi oleh kejujuran hati nurani yang dititipkan oleh SANG PEMILIK CINTA membuat kita gelisah : takut zina hati sekaligus menikmati gejolak perasaan yang bervariasi.

Hari-hari dipenuhi keraguan.. di saat kita gembira bertemu dengan "dia", di saat itu pula rasa "takut" hadir, di saat kita merindukannya, di saat itu pula kita merasa malu karena kita jarang mengingat pemiliknya, Ar-Rahman. Pergulatan batin akan jadi sangat melelahkan jika kita tidak berusaha untuk "mempertahankan" diri sekuatnya.

Okelah, bagi yang sudah punya kemampuan dan keinginan untuk menikah dalam restu orang tua, mereka punya solusi : SEGERA MENIKAH !. Berbahagialah bagi sahabat-sahabat yang berada dalam atmosfir seperti ini.

Nah, bagi yang belum punya kemampuan ? atau yang jatuh cinta pada yang nggak seakidah, atau yang belum direstui orang tua untuk segera menikah, atau lagi, yang jatuh cinta pada tunangan, suami atau isteri orang lain ? Wah.. wah.. ini nih UJIAN BERAT!, bukan berarti Allah nggak sayang sama kita, memberi anugerah sekaligus cobaan, tapi justru kita adalah orang-orang yang terpilih untuk membuktikan kesungguhan cinta kepada-Nya. Lalu ?

Haruskah kita hanyut dan terlena dengan cinta yang sesaat ini ? Ayo sobat ! Cinta sesungguhnya terbingkai dalam mahligai pernikahan. Dalam bingkai itulah kita benar-benar berhak mengekspresikan seluruh perasaan cinta yang ada… untuk meraih cinta-Nya yang Agung. Lamar atau minta dilamar, hanya itu pilihan.

Jangan terjebak CINTA SEMU !! Jika nama "dia" hadir tanpa diundang, segera ganti dengan istighfar dan sibukkan diri dengan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi. Berhati-hatilah dengan hati yang melambung tinggi karena akan sangat sakit bila terhempas.

Tulisan ini hanya sekedar wacana untuk sama-sama jadi renungan. Mudah-mudahan kita bisa menikmati CINTA yang dianugerahkan-Nya dengan rasa syukur yang dalam, membuat kita makin mencintai-Nya dalam setiap hembusan nafas, berusaha mempertahankan zikrullah agar tidak berganti dengan nama si "dia".

Mari nikmati CINTA hanya untuk mengharap balasan cinta dari Sang Pemilik Cinta, karena hanya Dia yang tidak pernah mengecewakan kita. (fad)***


-----------------------------
sumber : manajemenqalbu.com

Visitor